Kamis, 22 November 2012

PROGRAM KERJA TRANSMIGRASI DAN URBANISASI


   Makalah ;

Program – program Kerja Transmigrasi dan Urbanisasi




Di susun                            o
                                          L
                                          E
                                          H

Nama ; Kasmat yusuf
Kelas ; Geografi  A
Tugas ; DEmografi




Universitas Negeri Gorontalo
Fakultas Matematika dan ILmu Pengetahuan Alam
JUrusan FIsika
Tahun Ajaran 2010 - 2011





KATA PENGANTAR


Assalamu alaikum wr.wb
      Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan yang maha Esa, karena atas izikn dan kuasanya­­ – Lah sehingga saya bisa menyelesaikan makalah Demografi ini dengan judul PROGRAM – PROGRAM KERJA TRANSMIGRASI DAN URBANISASI dengan baik meskipun penulis masih banyak mengalami hambatan dan rintangan dalam menyusun makalah ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman – teman yang telah memotivasi saya untuk menyelesaikan makalah ini, terutama saya ucapkan ucapkan banyak terima kasih kepada Dosen pembibng yang telah memberikan saya tugas ini, karena dengan tugas sya bisa tahu betapa pentingnya Demografi dalam kehidpan sehari – hari.
      Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karen itu sangat di harapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun dari teman – teman sekalianarena tidak ada manusia atau penulis yang sempurna sebab kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt.










Gorontalo,      Mei  2011
                                                
 
               

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Transmigrasi dan Urbanisasi sudah hampir 70 tahun merupakan aspek unit pembangunan di Indonesia. Program ini secara kecil-kecilan dimulai pertama kali tahun 1905 oleh pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan memindahkan penduduk pulau jawa yang berlebihan ke pulau-pulau lain dan kemudian usaha tersebut dilanjutkan oleh pemerintah republik Indonesia dengan suatu program berskala yang setiap tahunnya memindahkan ribuan keluarga.
Hal ini dilihat dari luas negara Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau sehingga terlihat perbedaan yang mencolok dalam tingkat pembangunan, pemusatan penduduk dan perbedaan yang menonjol antara berbagai kultur. Lalu jumlah kelompok etnis yang begitu besar sehingga menimbulkan perbedaan cultural yang kuat. Kemudian ada pertumbuhan Negara yang tidak seimbang karena sumber daya nasional dan pembangunan dipusatkan di jawa.Ketiga factor diatas menjadi latar belakang mengapapemerintah mengambil kebijakan tentang transmigrasi, walaupun dalam pelaksanaannya masih belum optimal.
      Siapa yang tidak ingin hidup sejahtera dan bahagia. Semua orang pasti ingin hidup seperti itu, tidak terkecuali. Bagi sebagian masyarakat yang hidup di desa, anggapan bahwa hidup di kota akan membuat perubahan kesejahteraan sudah membumi. Sayangnya tidak semua itu benar, karena malah banyak para perantau yang sampai di kota hanya menjadi gepeng (gelandangan dan pengemis), pengangguran, bahkan menjadi pelaku kriminal karena tidak memiliki kompetensi yang jelas dan tidak bermodalkan dana yang besar.
       Ada berbagai faktor mengapa banyak orang berbondong – bondong berhijrah ke kota. Masalah terbesar adalah sudah tidak adanya lapangan pekerjaan di desa mereka. Ini bisa disebabkan karena lahan pertanian yang semakin sempit, sering terjadinya bencana alam yang menyebabkan gagal panen, dan ajakan para kerabat mereka yang sudah terlebih dulu pergi ke kota. Terkadang para penduduk yang pulang kampung terlalu mencitrakan kemewahan pada dirinya yang membuat para kerabatnya tertarik berurbanisasi
1.2 Tujuan dan Manfaat
     Ada pun tujuan dan Manfaat dari pembuatan makalah iniadalah sebagai berikut ;
1.      Memberikan informasi kepada teman - teman atau pembaca tentang Transmigrasi dan Urbanisasi,
2.       Menambah pengetahuan tentang dampak Negatif dan dampak Positif tentang transmigrasi dan Urbanisasi,
3.      Mengetahui dasar dan tujuan pemerintah tentang program Transmigrasi dan Urbanisasi,
4.      Memahami pealksanaan transmigrasi,dan
5.      Mengetahui factor - factor penyebab dari Urbanisasi.
1.2  Rumusan Masalh
     Adapun rumusan masalah dari maklah ini adlah sebagai berikut ;
1.      Apa yang dimaksud dengan Transmigrasi dan Urbanisasi
2.      Apa saj Faktor – faktor pendorong dan penarik Urbaniasi
3.      Bagaimna Kebijakan pemerintah tentang transmigrasi
4.      Bagaimana Dampak Transmigrasi dan Urbaniasi
5.      Mengetahui Sebab – Akibat  Urbanisasi





BAB 11
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Transmigrasi dan Urbanisasi
a. Pengartian Transmigrasi
      Pengertian transmigrasi menurut bahasa berasal dari dua kata, trans dan migrasi. Kata trans berarti pindah atau perpindahan dan migrasi adalah perpindahan penduduk. Dengan kata lain transmigrasi adalah perpindahan atau perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam hal ini perpindahan yang dimaksudkan adalah perpindahan dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang jarang penduduknya. Menurut UU Nomor 2 tahun 1972 transmigrasi adalah perpindahan penduduk atau perpindahan dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain, yang ditetapkan di dalam wilayah RI guna kepentingan pembangunan Negara atau atas alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah.
Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah atau pulau yang padat penduduknya ke daerah (pulau) yang berpenduduk jarang. Pelaku transmigrasi disebut dengan transmigran. Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi dapat dibedakan, menjadi berikut ini.

1). Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang dilakukan melalui program pemerintah. Biaya transmigrasi ditanggung pemerintah, termasuk penyediaan lahan pertanian dan biaya hidup untuk beberapa bulan.

2) .Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang dilakukan atas kesadaran dan biaya sendiri (swakarsa).

3) .Transmigrasi sektoral, yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antara    pemerintah daerah asal dan pemerintah daerah tujuan transmigrasi.

4) .Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan terhadap satu desa atau daerah secara bersama-sama. Transmigrasi ini dilakukan karena beberapa faktor, antara lain:
 a) daerah asal terkena pembangunan proyek pemerintah, misalnya pembangunan waduk yang                            luas; atau
b) daerah asal merupakan kawasan bencana, sehingga masyarakat yang ada di dalamnya harus dipindahkan.
b.Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap.
Pengertian urbanisasi yang sebenarnya menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya adalah daerah Cibinong dan Bontang yang berubah dari desa ke kota karena adanya kegiatan industri. Pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, misal kesempatan kerja.
Pengertian urbanisasi inipun berbeda-beda, sesuai dengan interpretasi setiap orang yang berbeda-beda. Dari suatu makalah Ceramah Umum di UNIJA, yang dibawakan oleh Ir. Triatno Yudo Harjoko pengertian urbanisasi diartikan sebagai suatu proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang non-urban menjadi urban. Secara spasial. Hal ini dikatakan sebagai suatu proses diferensiasi dan spesialisasi pemanfaatan ruang dimana lokasi tertentu menerima bagian pemukim dan fasilitas yang tidak proporsional.
Pengertian lain dari urbanisasi, dikemukakan oleh Dr. PJM Nas dalam bukunya Pengantar Sosiologi Kota yaitu Kota Didunia Ketiga. Pada pengertian pertama diutarakan bahwa urbanisasi merupakan suatu proses pembentukan kota, suatu proses yang digerakkan oleh perubahan struktural dalam masyarakat sehingga daerah-daerah yang dulu merupakan daerah pedesaan dengan struktur mata pencaharian yang agraris maupun sifat kehidupan masyarakatnya lambat laun atau melalui proses yang mendadak memperoleh sifat kehidupan kota. Pengertian kedua dari urbanisasi adalah, bahwa urbanisasi menyangkut adanya gejala perluasan pengaruh kota ke pedesaan yang dilihat dari sudut morfologi, ekonomi, sosial dan psikologi.
Dari beberapa pengertian mengenai urbanisasi yang diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian urbanisasi adalah merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah/ daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisik/ morfologi, sosial, ekonomi, budaya, dan psikologi masyarakatnya.

2.2  Faktor – faktor pendorong dan penarik Urbaniasi
a. Faktor - factor pendorong Urbanisasi
  1. Lahan pertanian yang semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5. Diusir dari desa asal
  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
b. Faktor – factor penarik Urbanisasi
  1.  Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
  2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  4. Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
  5. Pengaruh buruk sinetron Indonesia
  6. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas
2.3 Kebijakan pemerintah tentang transmigrasi
 a. Dasar dan Tujuan Program Transmigrasi
Kebijakan kependudukan merupakan bagian dari kebijakan pembangunan, karena itu menurut Sukamdi ada beberapa alasan yang rasional mengapa diperlukan kebijakan kependudukan. Pertama, salah satu fungsi pemerintah adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat. Ini tujuan paling mendasar dari setiap kebijakan pembangunan. Kedua, perilaku demografi (demographic behavior) terdiri dari sejumlah tindakan individu. Ketiga, tindakan tersebut merupakan usaha untuk memaksimalkan utilitas atau kesejahteraan individu. Keempat, kesejahteraan masyarakat tidak selalu merupakan penjumlahan dari kesejahteraan individu. Kelima, oleh karena itu pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk berusaha mengubah situasi dan kondisi sehingga mempengaruhi persepsi tentang kesejahteraan individu dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat sama dengan penjumlahan dari kesejahteraan individu.
Selanjutnya transmigrasi dan KB diyakini sebagai pemecah kembar bagi masalah terus bertambahnya penduduk khususnya di pulau jawa, bali dan lombok. Ditengah-tengah krisis dan meningkatnya pengangguran kebutuhan untuk memindahkan penduduk itu menjadi lebih besar dari sebelumnya karena kelangkaan lapangan kerja, kemiskinan meningkat, keseimbangan ekologis semakin terancam dan adanya urbanisasi. Kemudian pemerintah mengeluarkan undang-undang tentang transmigrasi dan menjadi dasar transmigrasi di Indonesia  menurut UU No. 15 tahun 1977 tentang ketransmigrasian bahwa yang disebut transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi pemuiman.
Tujuan utama dari transmigrasi adalah menyebarkan penduduk dan mengurangi tekanan pendudukdi pulau jawa. Tujuan lain dari transmigrasi adalah mengurangi tingkat pengangguran, membantu pembangunan regional, pembangunan pertanian, penyediaan hidup yang lebih baik, membantu integrasi dan keamanan nasional.
Sebagai suatu program, transmigrasi di Indonesia mempunyai cirri-ciri utama sebagai berikut:
a.       Adanya jarak waktu yang panjang, yaitu sejak program tersebut dimulai tahun 1905 dan terhenti pada masa PD II kemudian berlanjut sampai sekarang.
b.      Adanya kesamaan-kesamaan tujuan program disetiap periode yaitu untuk menyebarkan penduduk.
c.       Dipergunakannya pola tipe dasar model pemukiman yang sama
d.      Terjadinya perubahan-perubahan motif pelaksanaan program
e.       Aspek macet-dilanjutkan
b. Pelaksanaan transmigrasi dari masa ke masa
Dalam sejarah yang cukup panjang kebijakan transmigrasi selalu berkembang sesuai dengan tujuan dari rezim yang berkuasa. Pada zaman Hindia Belanda transmigrasi disebut kolonisasi yang dilaksanakan berdasarkan etische politiek yaitu edukasi, irigasi dan emigrasi. Kolonisasi pertama dengan tujuan gedong Tatan lampung bertujuan untuk kebutuhan tenaga kerja perkebunan dan pertambangan diluar jawa serta mengurangi tekanan ledakan penduduk jawa.
Selanjutnya pada pemerintahan Jepang pemindahan penduduk dilaksanakan secara paksa dari pulau jawa untuk keperluan kerja paksa, bagi keperluan Jepang itu sendiri.
Setelah merdeka, transmigrasi digiatkan kembali sejak tahun 1950 dan berlangsung sampai sekarang. Program ini dilaksanakan secara besar-besaran pada era orde baru, yaitu dalam UU No. 3 tahun 1972 yang menyebutkan bahwa tujuan transmigrasi adalah peningkatan taraf hidup, pembangunan daerah, keseimbangan penyebaran penduduk, pembangunan yang merata diseluruh Indonesia, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia, kesatuan dan persatuan bangsa dan memperkuat pertahanan dan keamanan nasional.
Selanjutnya dengan UU No. 15 tahun 1997 tentang ketransmigrasian, maka kebijakan transmigrasi mengalami perkembangan lagi. Kebijakan transmigrasi pada orde baru ini diarahkan untuk meningkatkan transmigrasi dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Penyelenggaraan transmigrasi mempunyai sasaran sebagai peningkatan dan kemampuan produktifitas masyarakat transmigrasi, membangun kemandirian dan mewujudkan integrasi di pemukiman transmigrasi sehingga diharapkan membawa implikasi positif secara ekonomi, sosial dan budaya pada daerah penerima transmigran.
Pola penyelenggaraan transmigrasi pada pelita VI hingga tahun 2000 telah menitik beratkan pada tiga jenis program yaitu:
1.      Transmigrasi Umum (TU) yang semuanya biaya pemerintah
2.      Transmigrasi Swakarsa Berbantuan (TSB) sebagian dibiayai oleh pemerintah terutama prasarana
3.      Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) dimana pemerintah hanya menyiapkan lahannya saja.
 c. Hambatan Pelaksanaan Transmigrasi
Sebelum membahas hambatan pelaksanaan transmigrasi kita akan melihat terlebih dahulu apa yang mendorong pelaksanaan transmigrasi. Peningkatan jumlah penduduk di pulau-pulau tertentu seperti jawa, bali dan lombok mendorong pemerintah untuk melaksanakan transmigrasi. Namun yang paling utama motif seseorang ikut transmigrasi adalah keadaan ekonomi. Hal ini didasari atas adanya perbedaan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu mobilisasi penduduk terjadi apabila adanya perbedaan kefaedahan nilai (palace utility) antar daerah asal dan tujuan.
Adapun yang menjadi penghambat pelaksanaan transmigrasi adalah seperti adanya konsep orang jawa yang mengatakan mangan ora mangan asal kumpul walaupun menurut Parsudi Suparlan mengatakan konsep di atas adalah konsep yang dilihat pada abad 18 dan kenyataan pada masa sekarang tema utama yang ada dalam budaya jawa adalah kumpul ora kumpul asal mangan (Muhajir Utomu dan Rofiq Ahmad, 1997p.149). namun hal ini masih menyebabkan migran cenderung untuk terikat dengan daerah asal karena adanya kekuatan sentripetal daerah yang kuat sehingga merreka sering bersifat enduduk bilokal (bilocal population)
Selanjutya faktor lain yang menjadi penghambat dari pelaksanaan transmigrasi adalah berkembangnya sektor ekonomi informal seperti pedagang kaki lia, penjual koran, home industri dan lain-lain sebagai alternatif menanggulangi pengangguran secara mandiri.
Maraknya perluasan kesempatan bekerja diluar negeri juga merupakan salah satu yang dapat menghambat program transmigrasi.
Faktor penghambat yang lain adalah karena suatu administrasi terpusat yang efektif dan kuat tidak ada. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah pemilihan tempat yang kurang baik dilihat dari sudut lokasi, mudah tidaknya dicapai dan kondisi tanah yang kesemuanya menyebabkan perkembangan proyek tersendat-sendat, terbengkalai atau reabilitasi yang mahal ada tahap berikutnya atau kerusakan ekologis yang serius. Masalah umum lainnya adalah banyak proyek mengalami keterlambatan pembangunan prasarana seperti jalan utama (yang penting bagi pemasaran), irigasi dan supply bibit dan input-input lain milik BIMAS atau program-program pertanian lain yang sangat terlambat datangnya atau kalu tidak jumlahnya tidak mencukupi. Di daerah asal jawa tempat transmigran dipilih ada beberapa masalah endemis. Misalnya batas usia tertinggi transmigran yang dipilih sering dijumpai usia lanjut yangg sangat mempengaruhi kemampuan pemukim membuka dan mengerjakan lahannya.

2.4 Dampak Transmigrasi dan Urbaniasi
a. Dampak Transmigrasi
1. Dampak  Positif Transmigrasi

a.mengurangi kepadatan penduduk yang tidak merata

b.Meningkatkan persatuan & kesatuan dengan
cara melakukan transmigrasi dari daerah yang
padat penduduknya seperti Jawa, Bali dan Madura ke luar Jawa, terutama ke Kalimantan, Sulawesi, Timor Timur, dan Irian Jaya

c.Memproduksi beras dalam kaitan pencapaian
swasembada pangan.
 
2. Dampak Negatif Transmigrasi


a.terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat

b.Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para
transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah
yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya

c.Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak
menjadi terbuka antara
lain dalam bentuk konflik Ambon dan
konflik Madura-Dayak di Kalimantan

d.gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan
tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan
sumber alamnya, juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigra

b. Dampak Urbanisasi

1. Dampak Negatif Urbanisasi

a. Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
b. Produktivitas pertanian di desa menurun
c. Meningkatnya tindak kriminalitas di kota menyebabkan penduduk kota mulai mengurangi penduduk desa yang masuk

d. Meningkatnya pengangguran di kota dan juga di desa

e. Sepinya penduduk desa, menyebabkan berkurangnya penduduk-

2.Dampak Positif Urbanisasi

a. Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota


b. Mengurangi jumlah pengangguran di desa

c. Meningkatkan taraf hidup penduduk desa


2.5 Sebab – Akibat  Urbanisasi

1.      Sebab urbanisasi

a). Adaptasi penduduk desa di kota
b). Masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah perumahan untuk golongan ekonomi lemah dan masalah gubuk – gubuk liar nampaknya berkembang terus di berbagai kotamadya dan kota besar, lebih-lebih kota metropolitan. 

2. Akibat Urbanisasi
  a). Kepadatan penduduk kota yang menimbulkan masalah kesehatan lingkungan, masalah     perumahan dan masalah sampah yang sangat erat kaitannya dengan pengaturan penduduk.
 b).Pertambahan penduduk kota yang menimbulkan masalah kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan memadai, masalah pengangguran dan masalah gelandan.
 c).Masalah lalu lintas, kemacetan jalan dan masalah parkir yang menghambat kelancaran kota.Industrialiasi di kota yang menimbulkan polusi udara, polusi air dan kebisingan.












BABIII
PENUTUP




3.1 Kesimpulan
    
     Berdasarkan Pembahasan pada bab II, maka dapat disimpulkan bahwa;
Pada dasarnya Pertambahan atau peningkatan jumlah penduduk dikarenakan oleh adanya Urbanisasi, sehingga dalam hal ini untuk menanggulangi masalah ini pemerintah mengambil satu kebijakan yaitu dengan Progran TRansmigrasi yang tujuannya adalah mengurangi tingkat pengangguran, membantu pembangunan regional, pembangunan pertanian, penyediaan hidup yang lebih baik, membantu integrasi dan keamanan nasional.
Kebijakan transmigrasi dan urbanisasi mempunyai peranan penting dalam mengatasi komposisi penduduk di Indonesia. Kebijakan transmigrasi diarahkan pada orientasi kepentingan daerah dan bukan semata-mata berdasarkan pemerintah yang bersifat top down. Dengan demikian akan diperoleh dua tujuan yaitu mengatasi kelebihan penduduk dan membangun daerah lainnya.
Kebijakan transmigrasi dan urbanisasi sebagai bagian dari kebijakan pemerintah yang dirintis sejak zaman kolonial Belanda dan masih merupakan kebijakan yang sangat penting dalam usaha memperbaiki distribusi penduduk di Indonesia.
Kebijakan transmigrasi dan urbanisasi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Enyelenggaraan transmigrasi mempunyai sasaran sebagai peningkatan kemampuan dan produktifitas masyarakat transmigrasi, membangun kemandirian dan mewujudkan integrasi di pemukiman transmigrasi sehingga diharapkan membawa implikasi positif secara ekonomi, sosial dan budaya pada daerah penerima transmigran
Program kerja transmigrasi ini pun masih banyak mengalami berbagai macam hambatan yaitu; suatu administrasi terpusat yang efektif dan kuat tidak ada. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah pemilihan tempat yang kurang baik dilihat dari sudut lokasi, mudah tidaknya dicapai dan kondisi tanah yang kesemuanya menyebabkan perkembangan proyek tersendat-sendat, terbengkalai atau reabilitasi yang mahal ada tahap berikutnya atau kerusakan ekologis yang serius. Masalah umum lainnya adalah banyak proyek mengalami keterlambatan pembangunan prasarana seperti jalan utama (yang penting bagi pemasaran), irigasi dan supply bibit dan input-input lain milik BIMAS atau program-program pertanian lain yang sangat terlambat datangnya atau kalu tidak jumlahnya tidak mencukupi. Seperti yang telah di bahas tadi bahwa TRansmigrasi dan urbanisasi ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan atau peningkatan jumlah penduduk, oleh karena itu program ini membawa pengaruh baik yang positif maupun negative.

3.2 Saran
      Dengan adanya makalah ini maka saya sebagai penulis hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membaca dan memahami isi dari pada makalah, sebab tiada yang lain yang bisa sya berikan kepada anda tanpa ada makalah ini.
       Saya sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala
saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk
membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam
membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi teman – teman dan para pembaca sekalian dan Mudah – mudahan makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua.AMIIN…


Gorontalo,      Mei  2011
                                                                                         Penulis

              
                                                                                                          Kasmat Yusuf
DAFTAR PUSTAKA

-                Collin Mac Andrew Dr. dan Raharjo Drs. M.A. 1983. Pemukiman di asia tenggara. Gajah Mada University Press: Jogjakarta
-                I Wayan Sumarajaya. Prospek pengembangan program transmigrasi dalam era otonomi daerah.2001









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar